Senin, 20 Juni 2011

Korup, Kades dituntut 1,5 tahun


Grobogan, DetakNews. Terbukti melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana APBDesa sejak 2007 hingga 2009 senilai Rp 44.458.946. Kepala Desa (Kades) Wonotunggal Kecamatan Godong, Grobogan, Haryanto, 46, dituntut hukuman 1,5 tahun penjara berikut denda senilai Rp 50 juta.

“Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subsidair, Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/ 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” ujar Kasi Pisdus Kejaksaan Negeri Purwodadi, Budi Santoso SH, Rabu (1/6), di ruang kerjanya.

Tuntutan itu dibacakan dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Jatmiko SH MH, di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/5). Dijelaskan nya, Haryanto secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sehingga merugikan keuangan negara senilai Rp 44.458.946. Terdakwa di tahan di Kejari Purwodadi sejak 2 Februari 2011. (Aulia Rizqi Pramesthi/D0207006)

Belasan Pelaku Pekat Terjaring Razia

Solo, DetakNews. Sebanyak 12 orang pelaku penyakit masyarakat (Pekat) yang terdiri dari anak punk, pemabuk dan pengamen, terjaring operasi pemberantasan Pekat yang digelar oleh aparat Polsek Serengan dan Polsek Pasar Kliwon, Selasa dan Rabu (7-8/6).

Kapolsek Serengan , Kompol Kaharudin, melalui Kasihumas, Iptu Irkhamni, menyampaikan pihaknya menjaring sedikitnya delapan orang yang terdiri dari enam orang anak punk dan dua orang pengamen di simpang empat Dawung dan Sraten, Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB. Kemudian kasus itu dilimpahkan ke Pengadilan Negeri solo untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring). (Aulia Rizqi Pramesthi/D0207006)

Sumber:  Solopos

KPK Pelajari "Nyasaruddin" Sebagai Lagu Tema Antikorupsi

Jakarta, Detaknews. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespon positif lagu berjudul "Nyasaruddin" yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Hari Widiyanto sekeluarga. Bahkan lagu ini bersama beberapa lagu lainnya yang diserahkan Hari ke KPK Jumat siang, akan dipelajari untuk dijadikan bahan kampanye pemberantasan korupsi.

Hari menciptakan lagu "Nyasaruddin" pada 2 Juni 2011. Lagu ini kemudian beredar di situs YouTube pada 4 Juni lalu. Duduk melingkar di ruang tamu, dalam rekaman video itu tampak lima orang yang terlihat seperti anggota keluarga mendendangkan lagu tersebut dengan sangat santai.

Lirik lagu ini di antaranya, "Aku lari dari kenyataan, karena aku ketahuan. Ku tak mau dikambinghitamkan, karena semua ikut merasakan. Aku kabur ke luar negeri, menghindari panggilan polisi. Aku takut akan diadili, karena aku pelaku korupsi."

Menurut Hari Lagu "Nyasaruddin" tersebut dicipta setelah ramai pemberitaan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin ke luar negeri, namun dia berkilah tak ada kaitannya dengan anggota Komisi Energi DPR ini. "Bukan soal itu, ini hanya terinspirasi dengan maraknya korupsi," kata Hari. "Karena kebanyakan para pelaku koruptor lari ke luar negeri dan tidak kembali lagi ke Indonesia."

Penyanyi lagu "Nyasaruddin" adalah pasangan suami-istri Hari Widiyanto dan Nurul Khoiriyah, serta ketiga anaknya, Fandi Winurdani, Savelli Winurdani, dan Rendi Winurdani, serta keponakan Nurul bernama Subhan dan keponakan Hari bernama Dini Dwilestari. Mereka warga Pasuruan, Jawa Timur. (Aulia Rizqi Pramesthi/D0207006)
Sumber: TempoInteraktif

Lima Orang Tewas dalam kecelakaan mobil di solo


Solo, Detaknews. Mobil ngebut yang kehilangan kendali menabrak satu mobil, tiga sepeda motor, dan satu sepeda kayuh. Akibat kejadian tersebut, tiga orang tewas seketika dan dua lainnya meninggal di rumah sakit.
 
Kecelakaan tersebut terjadi, Rabu (15/6/2011), sekitar pukul 22.30 WIB, di Jalan Adi Sucipto, Solo. Sejumlah saksi mata menuturkan kecelakaan itu dipicu oleh sebuah mobil Honda Civic warna metalik bernopol AD 8123 yang melaju kencang dari arah barat yang kemudian kehilangan kendali.

"Mobil Civic itu melaju sangat kencang, tapi sepertinya mengalami masalah pada rodanya. Mobil itu berjalan zigzag dan melaju ke arah kanan masuk lajur jalan dari arah berlawanan. Bahkan sejak 100 meter sebelum menabrak kendaraan lain, mobil juga mengeluarkan bunyi seperti mengerem dan ada kepulan asap di bagian roda," ujar Gunawan, salah seorang saksi mata.

Sesampai di lokasi bahkan mobil itu tadi memutar kencang dan menabrak kendaraan lain dari arah depannya. Dikutip dari detikcom, mobil tersebut memang dalam kondisi ringsek parah di bagian depan dan kedua sisi samping. Saat berhenti bahkan hingga memutar arah di sisi selatan jalan.

Sebelum berhenti, mobil tersebut menabrak tiga motor yang sedang melaju, sebuah mobil yang sedang parkir dan pengendara sepeda kayuh. Akibat kejadian itu, dua sepeda motor, sebuah Yamaha Vixion dan Honda Supra mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan Honda Supra hingga terpenggal menjadi beberapa bagian.

Sedangkan motor yang lainnya, Suzuki Smash hingga terlempar di jalur lambat sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan mobil Honda Jazz hanya mengalami benturan di bagian depan. Sementara itu, pengendara sepeda kayuh yang juga menjadi korban kecelakaan, Ny Dani, hanya mengalami luka lebam di beberapa tempat. Dia juga menjelaskan melihat mobil Honda Civic dari arah depan melaju kencang dan berputar-putar dan melebar jauh ke kanan hingga menabraknya yang berada di tepi jalan.

Kanit Lakalantas Polresta Surakarta, AKP Sarwoko, yang berada di lokasi kejadian belum bersedia memberikan informasi. Dia juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah korban dan identitas lengkap korban meninggal maupun luka.

Sementara informasi rumah sakit menyatakan korban meninggal sebanyak lima orang. Tiga korban yang meninggal di lokasi saat ini berada di RS Moewardi, Solo. Sedangkan dua korban lainnya meninggal di RS Panti Waluyo, Solo. (Aulia Rizqi Pramesthi/D0207006)
 
 Sumber: Detik.com

Sabtu, 18 Juni 2011

Empat Mahasiswa Bakar Foto Presiden


Jakarta, DetakNews. Empat mahasiswa pembakar foto SBY di Jl Diponegoro dibawa ke Polda Metro Jaya, Jumat (17/6/2011).

Keempatnya adalah Dede, (mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah), Erik dan Ifan (mahasiswa UKI) dan Parsauran (mahasiswa Universitas Mpu Tantular). Dikutip dari Tempo Interaktif, aksi mereka dimulai pukul 14.45 WIB siang. Mahasiswa yang tergabung dalam 'Jaringan Kampus' ini membentangkan spanduk besar bertuliskan 'SBY The King of KKN'. Mereka mengkritik kinerja SBY khususnya penanganan kasus korupsi yang dinilai lamban.

Saat membakar foto, polisi hanya menonton dari pinggir jalan. Dua petugas polisi tidak berseragam terlihat memfoto dan merekam dengan kamera handycam. Usai membakar foto presiden, pendemo mulai membubarkan diri dan menuju kampus Universitas Bung Karno (UBK) yang terletak 200 meter. Namun baru melangkah sekitar sepuluh langkah, terdengar polisi memerintahkan penangkapan. Sebuah ledakan pistol turut terdengar.

Mendapat suara tersebut, massa yang tadinya pulang dengan tertib mendadak kocar-kacir. Mereka lari tunggang langgang menuju kampus UBK. Pun demikian, polisi berhasil menangkap empat mahasiswa dan langsung diangkut dengan kendaraan tahanan. Para mahasiswa tersebut sempat memberontak, namun tidak kuat menahan cengkeraman belasan polisi yang memasukan ke mobil tahanan. (Aulia Rizqi Pramesti/D0207006)

Sumber: Tempointeraktif.com

Jumat, 17 Juni 2011

Solo FC Cuci Gudang

SOLO FC - sumber : ramanezzone-bolamania.blogspot.com
Jelang kompetisi putaran kedua Liga Premier Indonesia (LPI) bulan September mendatang, klub sepakbola kebangaan kota Solo SOLO FC cuci gudang pemainnya. Hampir 80% pemain SOLO FC diberhentikan kontrak kerjanya mulai Jumat (17/6).

”Pemberhentian kontrak beberapa pemain ini dikarenakan hasil evaluasi dan permintaan sang pelatih Branco Babic yang menilai prestasi anak-anaknya kurang maksimal di putaran pertama”, ungkap Anggoro, Media Officer SOLO FC kepada DetakNews Jumat (17/6).

Menurut Anggoro, pada putaran kedua nanti SOLO FC akan mengambil beberapa pemain jebolan Liga Super dan beberapa pemain Timnas Indonesia.

Ahmad Bustomi (Arema Indonesia) dan Greg Nowkolo (Persija) adalah nama-nama besar yang rencananya akan diboyong ke Solo untuk memperkuat tim Ksatria XI Solo SOLO FC. (Tomi Hernawan/D0207104)

Kejurnas Atletik Master 2011 digelar di Solo

Anggota PAMI sedang berlatih lari sprint. sumber : mestimoco.com
Sebanyak 15 cabang olahraga atletik akan dipertandingkan di Stadion Manahan, Kamis (16/6) hingga Sabtu (18/6). Gelaran ini akan diikuti sekitar 475 atlet yang tergabung dalam Persatuan Atlet Master Indonesia (PAMI).

“Pada kejurnas kali ini akan mempertandingkan 15 cabang olahraga dan memperbutkan masing-masing 300 medali per cabang olahraga,” tutur ketua panitia pelaksana kejurnas atletik master Indonesia 2011, Tumi Sulandari, di situs timlo.net.

Dalam kejurnas ini, para atlet akan di bagi dalam 20 kelompok dari total masing-masing putra dan putri 10 kelompok. Kelompok tersebut dibedakan oleh batasan umur yaitu 35 – 39, 40 – 44, 45 – 49, 50 – 54, 55 – 59, 60 – 64, 65 – 69, 70 – 74, 75 – 79, dan usia 80 tahun ke atas.

Seperti yang dilansir di situs timlo.net, Tumi mengungkapkan 15 cabang olahraga yang dipertandingkan adalah lari 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1.500 m, 5.000 m, jalan cepat 5.000 m, estafet 4 x 100 m, estafet 4 x 400 m, lompat tinggi, lompat jauh, lompat jangkit, lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru. (Tomi/D0207104)

Agum Gumelar Cek Kota Solo Jelang Kongres PSSI

Agum Gumelar, sumber : masihangat.wordpress.com
Jelang Kongres PSSI 9 Juli mendatang, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar melakukan cek lapangan ke Kota Solo, Jumat (10/6). Dalam kunjungannya, Agum didampingi beberapa anggota Komite Normalisasi lainnya, seperti Joko Driyono, Sumaryoto, Sinyo Aliandoe dan F.X Hadi Rudyatmo yang juga Wakil Walikota Solo.

”Kongres PSSI yang semula dijadwalkan berlangsung di Solo tanggal 30 Juni, kemudian sempat dimajukan dua hari menjadi 28 Juni, akhirnya diundur pada tanggal 9 Juli” ungkap Agum Gumelar kepada DetakNews setelah pihaknya menerima surat dari FIFA kamis (9/6).

Lebih lanjut Agum menjelaskan, surat undangan kepada peserta Kongres PSSI dikirimkan hari Jumat kemarin. Aturan tersebut merupakan hasil pembicaraan PSSI dengan AFC yang juga merupakan aturan dari FIFA. Dengan hasil keputusan tersebut, FIFA memperpanjang tenggat waktu Indonesia untuk menentukan Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Eksekutif Komite PSSI hingga 10 Juli.

Agum menambahkan meski memberikan toleransi, namun jika kongres besok berakhir deadlock  kembali, maka sudah dipastikan pada tanggal 11 Juli hukuman dijatuhkan oleh FIFA untuk Indonesia. (Tomi Hernawan/D0207104)

Pasoepati Akan Gelar Doa Bersama Sambut Kongres PSSI

Pasoepati - Sumber : Pasoepati.net

Merasa prihatin dengan kisruh Kongres PSSI beberapa saat yang lalu, Pasoepati dan Pecinta Sepakbola di Solo sepakat akan menggelar doa bersama demi kelancaran kongres PSSI, 9 Juli mendatang.

”Hasil rapat antara Korwil dan DPP Pasoepati telah disepakati acara doa bersama akan di gelar hari Minggu, 26 Juni 2011 mulai jam 10.00 pagi di stadion Manahan Solo”, Ungkap Mayor Haristanto sesepuh Pasoepati kepada DetakNews.

Mayor juga mengungkapkan, acara doa bersama ini bertujuan agar Kongres PSSI nanti diberi kelancaran dan kemurahan serta keselamatan agar sepakbola Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.

Tak hanya Pasoepati saja, acara doa bersama juga terbuka untuk supporter lain maupun masyarakat Pecinta sepakbola yang ingin memajukan sepakbola Indonesia. (Tomi Hernawan/D0207104)

Kamis, 16 Juni 2011

Notebook Lokal Terus Bersaing

Solo, DetakNews. Setelah lama notebook maupun netbook bermerek luar negeri memasuki pasar komputer Solo, kini mereka mendapat saingan baru dengan masuknya produk-produk lokal ke Solo.

Setidaknya ada beberapa merek lokal yang mulai menunjukkan geliat penjualan cukup positif. Sebut saja di antaranya seperti Zyrex, Advance, Axioo, dan CCube. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Solo, Andoko, notebook dan netbook dengan brand lokal kini sudah mulai menunjukkan geliat persaingan cukup ketat. “Di pameran ini saja Zyrex, Advance, Axioo, Ccube juga sudah mulai banyak ditawarkan kepada masyarakat,” katanya pada acara pameran komputer NIX 2011, di Diamond Solo Convention Center (DSCC), kemarin.

Andoko, selanjutnya menyatakan, selama ini produk-produk lokal banyak yang bermain di segmen low-end dengan teknologi yang cukup canggih. Langkah ini diambil mengingat masih banyak masyarakat Solo yang memperhatikan pertimbangan harga ketimbang teknologi canggih yang diusung suatu produk.

Produk bermerek internasional seperti Toshiba, HP, Acer, ASUS, juga tidak ingin menganggap enteng tantangan persaingan dari produk lokal tersebut. “Mereka juga bersaing untuk mengeluarkan produk-produk dengan harga yang murah,” ujarnya. Ada satu kelemahan yang dimiliki oleh produk bermerek lokal yang sekarang banyak beredar di Solo. Salah satunya yakni tidak adanya dealer resmi di Solo. ”Sementara ini baru ada Axioo saja yang memiliki dealer resmi di Solo,” tutupnya. (Julia Nur Rochmah/D0207064)